Bebimi – Dunia teknologi wearable bersiap menyambut wajah baru dari Meta Platforms. Perusahaan yang dulu dikenal sebagai Facebook ini dikabarkan tengah mempersiapkan peluncuran Jam Tangan Pintar yang tidak hanya membawa kamera internal. Tapi juga terintegrasi dengan sistem kecerdasan buatan (AI). Smartwatch ini diperkirakan akan diperkenalkan secara resmi pada ajang Meta Connect 2025, yang digelar pada 17–18 September mendatang.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Meta tidak hanya serius dalam pengembangan dunia metaverse dan mixed reality. Tetapi juga berambisi membentuk ekosistem perangkat wearable AI yang saling terhubung.
Bukan Jam Tangan Biasa: Kamera Jadi Fitur Andalan
Berbeda dari smartwatch konvensional yang umumnya berfokus pada notifikasi, pelacakan kesehatan, dan fungsi kebugaran. Produk terbaru dari Meta ini dirancang untuk menjembatani interaksi antara dunia nyata dan digital. Kehadiran kamera built-in di bagian depan jam membuka kemungkinan fitur seperti pengenalan objek, dokumentasi instan, bahkan komunikasi video langsung dari pergelangan tangan.
Fitur kamera ini juga diduga akan memainkan peran penting dalam menghubungkan smartwatch dengan kacamata pintar Meta, seperti lini Ray-Ban Meta. Kombinasi antara kedua perangkat ini diyakini akan memperluas pengalaman augmented reality (AR). Di mana pengguna dapat memotret, berbagi, atau mengakses data visual secara real-time tanpa harus mengeluarkan ponsel dari saku.
Baca Juga : Spinnaker Rilis Jam Tangan SpongeBob SquarePants Edisi Terbatas
Integrasi AI Jadi Kunci
Selain kamera, keunggulan utama dari jam tangan ini terletak pada kemampuannya mengolah data menggunakan AI personal. Meta selama beberapa tahun terakhir terus mengembangkan teknologi kecerdasan buatan yang tidak hanya responsif. Tetapi juga bersifat kontekstual artinya AI dapat memahami lingkungan sekitar pengguna, rutinitas, bahkan preferensi harian.
Bayangkan AI yang bisa membantu pengguna mengingat agenda penting, menyarankan arah tercepat ke lokasi tertentu, hingga merespons perintah suara dengan interaksi yang lebih natural. Semua itu dilakukan melalui perangkat mungil yang menempel di pergelangan tangan.
Dihidupkan Kembali dari Proyek Lama
Menariknya, Jam Tangan Pintar ini bukan proyek baru. Pada 2021 silam, Meta sempat mengembangkan produk serupa dengan nama kode “Milan”, namun proyek tersebut dihentikan sementara karena tantangan produksi dan pergeseran fokus perusahaan. Kini, proyek itu dihidupkan kembali, kemungkinan besar dengan spesifikasi dan pendekatan yang lebih matang baik dari sisi desain, fitur, maupun strategi peluncurannya.
Menurut beberapa laporan yang beredar, proses produksi smartwatch ini akan melibatkan Huaqin Technology, perusahaan manufaktur perangkat elektronik asal Tiongkok. Langkah ini dipilih untuk menjamin efisiensi produksi massal sekaligus mempertahankan standar kualitas tinggi yang dibutuhkan untuk perangkat wearable berteknologi tinggi.
Simak Juga : Infinix Hot 60 Plus Juli 2025 Punya Fast Charging Gila Cepat, Bikin HP Lain Minder!
Tandem Sempurna untuk Ekosistem Wearable Meta
Peluncuran Smartwach Meta ini disebut-sebut sebagai bagian dari strategi Meta membangun ekosistem perangkat pintar yang saling terhubung. Bersama dengan kacamata pintar dan headset VR seperti Meta Quest, jam tangan ini akan menjadi salah satu “portal AI” yang memungkinkan pengguna mengakses dunia digital dengan lebih mulus.
Tak hanya sekadar perangkat, smartwatch Meta diharapkan menjadi pelengkap gaya hidup digital baru—di mana interaksi tidak lagi hanya terjadi di layar, tetapi juga secara visual, kontekstual, dan real-time di dunia nyata.
Masih Menunggu Pengumuman Resmi
Hingga kini, Meta belum merilis spesifikasi resmi atau tampilan fisik dari jam tangan ini. Namun berbagai bocoran dan laporan menyebutkan bahwa perangkat ini akan menjadi salah satu highlight utama dalam event Meta Connect 2025. Kehadirannya tentu akan memanaskan persaingan pasar smartwatch global yang selama ini didominasi oleh Apple, Samsung, dan Huawei.
Bila peluncurannya benar terjadi pada September nanti, dunia teknologi akan menyaksikan bagaimana sebuah jam tangan bisa menjadi jembatan antara AI, AR, dan aktivitas sehari-hari secara bersamaan.