
Bebimi – Dalam dunia horologi, tidak banyak jam tangan yang mampu menyeimbangkan daya tarik visual bergaya retro dengan teknologi modern secara elegan. Namun Mido berhasil menanamkan keduanya ke dalam Mido Ocean Star Worldtimer, sebuah karya yang tidak hanya menghidupkan kembali desain era 1970-an, tapi juga memberi pengguna alat waktu yang fungsional bagi pelancong dan penyelam.
Bagi para penggemar jam klasik, bagian yang paling mencuri perhatian dari Worldtimer ini adalah dial-nya. Mengusung pola kotak-kotak hitam dan merah dengan sentuhan satin beludru, tampilannya tidak hanya unik tetapi juga sarat karakter. Di atas dial tersebut, jarum jam dan indeks berlapis perak yang telah dilengkapi Super-LumiNova memberikan keterbacaan yang optimal dalam berbagai kondisi cahaya. Di posisi jam tiga, hadir jendela ganda penunjuk hari dan tanggal yang memperkuat kesan fungsional tanpa mengorbankan estetika.
Desain logo Mido klasik yang digunakan mempertegas nuansa nostalgia. Namun bukan nostalgia kosong karena setiap unsur desain dipadukan dengan kecermatan modern yang menjadikan jam ini lebih dari sekadar tiruan masa lalu.
Baca Juga : Panerai Luna Rossa Flyback PAM01654: Kolaborasi Prestisius dalam Balutan Desain Maskulin
Menggunakan casing baja tahan karat berukuran 40,5 mm, jam ini terasa proporsional di pergelangan tangan. Permukaan satin dan polish yang berpadu menghasilkan kesan mewah tanpa berlebihan. Elemen penting lainnya adalah kristal safir berbentuk “glassbox” yang dilapisi lapisan anti-reflektif di kedua sisi. Hal ini tidak hanya memperkuat daya tahan terhadap goresan, tapi juga meningkatkan kejernihan visual saat melihat dial.
Di bagian belakang, ukiran bintang laut pada caseback menjadi penghormatan bagi warisan penyelaman Mido sebuah detail kecil yang mempertegas identitasnya sebagai jam selam sejati. Apalagi, dengan kemampuan tahan air hingga 200 meter, jam ini bukan sekadar pajangan estetik, tapi benar-benar dapat diandalkan di bawah laut.
Salah satu fitur unggulan Ocean Star Worldtimer adalah bezel searah yang memuat nama-nama kota besar dunia. Hal ini memungkinkan pengguna untuk melacak waktu di berbagai zona. Mido tidak hanya mengandalkan desain di sini; jam ini ditenagai oleh mesin otomatis Caliber 80 (berbasis ETA C07.621), yang menawarkan cadangan daya hingga 80 jam jauh di atas rata-rata.
Mesin ini juga telah dilengkapi pegas Nivachron. Salah satu bahan yang membuatnya lebih tahan terhadap gangguan medan magnet. Sebuah fitur penting bagi jam modern yang sering terpapar perangkat elektronik sehari-hari.
Simak Juga : Mengenal Teknologi Smart Contracts: Kontrak Digital yang Mengubah Dunia Transaksi
Disediakan dengan tali kulit gaya Bund berwarna hitam dengan jahitan merah, jam ini menawarkan kenyamanan sekaligus gaya yang tegas. Tali tersebut dapat digunakan sebagai dua potong strap biasa, memberi fleksibilitas bagi pemakainya. Bagi yang menyukai tampilan lebih sederhana, opsi penggantian strap tentu menjadi pertimbangan praktis.
Dengan harga resmi sekitar €990, Mido Ocean Star Worldtimer berada di kisaran yang menarik untuk sebuah jam Swiss Made. Dengan mesin otomatis, cadangan daya tinggi, dan fitur zona waktu global. Di tengah pasar yang dibanjiri jam diver dan GMT dari berbagai merek. Model ini tampil berani dengan identitas visual yang tidak mudah dilupakan.
Bebimi - Indeks Knight Frank Luxury Investment Index (KFLII) 2024 mencatat kenaikan nilai 10% untuk jam tangan klasik, mengalahkan kinerja…
Bebimi - Data survei global terbaru mengenai aksesoris pria menyebutkan bahwa 72% pria profesional melakukan kesalahan fatal saat mengenakan jam…
Bebimi - Studi terbaru yang dirilis oleh Lembaga Riset Perilaku Konsumen Global pada awal tahun 2024 mengungkap fakta mengejutkan bahwa…
Bebimi - Laporan terbaru Knight Frank Luxury Investment Index 2024 mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa nilai jam tangan mewah meningkat sebesar…
Bebimi - Industri jam tangan klasik dan perhiasan mewah mengalami pertumbuhan penjualan sebesar 27% di kuartal pertama 2024, melampaui prediksi…
Bebimi - Sebanyak 67% konsumen fashion Indonesia mengaku pernah membeli aksesori yang akhirnya tidak pernah dipakai karena tidak cocok dengan…
This website uses cookies.