
Aset keras seperti jam tangan Swiss dan batu mulia langka kini menjadi instrumen diversifikasi portofolio yang diperhitungkan oleh wealth manager global.
Bebimi – Di tengah volatilitas pasar saham global, sebuah fakta mengejutkan muncul dari laporan Knight Frank Wealth Report 2024: jam tangan mewah kolektibel mencatat return investasi rata-rata 147% dalam satu dekade terakhir, melampaui properti di beberapa kota besar Asia. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan sinyal nyata bahwa investasi jam tangan dan perhiasan eksklusif kini bukan lagi privilese kolektor tua, melainkan strategi aset alternatif yang semakin diperhitungkan oleh kalangan wealth manager modern.
Pasar jam tangan mewah global bernilai USD 49,3 miliar pada 2023 dan diproyeksikan tumbuh mencapai USD 74,1 miliar pada 2032 menurut data Grand View Research. Pertumbuhan ini tidak terjadi dalam ruang hampa. Dua faktor struktural mendorongnya: pertama, generasi millennial Asia Tenggara yang kini memasuki puncak karier dan mulai mengalihkan sebagian portofolio ke hard assets, dan kedua, suplai jam tangan dari manufaktur Swiss yang sengaja dibatasi untuk menjaga eksklusivitas.
Berlawanan dengan kepercayaan umum bahwa barang mewah selalu menyusut nilainya setelah dibeli, data dari platform lelang Chrono24 menunjukkan bahwa Rolex Daytona ref. 116500LN yang dibeli di harga retail CHF 13.400 pada 2016 kini diperdagangkan di pasar sekunder seharga lebih dari CHF 38.000 pada awal 2024. Artinya, apresiasi nilai mendekati 183% dalam delapan tahun, jauh melampaui deposito atau reksa dana pasar uang konvensional.
Ketika kami menganalisis data transaksi dari tiga platform lelang besar (Sotheby’s, Christie’s, dan Phillips) selama periode 2019 hingga 2023, pola yang menarik mulai terlihat. Jam tangan mekanik dari merek dengan heritage lebih dari satu abad, seperti Patek Philippe, Audemars Piguet, dan Rolex, konsisten menunjukkan likuiditas lebih tinggi dibanding perhiasan berlian non-branded. Sebab, jam tangan terautentikasi lebih mudah dan cepat, sementara perhiasan membutuhkan proses grading GIA yang lebih memakan waktu.
Namun perhiasan memiliki keunggulan berbeda. Berlian berwarna (fancy colored diamonds) dan batu mulia langka seperti Paraiba Tourmaline atau Kashmir Sapphire mencatat lonjakan harga yang tidak linier. Pada lelang Sotheby’s Geneva Mei 2023, sebuah Kashmir Sapphire 22 karat terjual di harga USD 6,7 juta atau setara USD 306.000 per karat, memecahkan rekor kategori tersebut. Jika kamu adalah investor dengan horizon waktu 5 hingga 10 tahun dan toleransi likuiditas yang lebih rendah, batu mulia langka bisa menjadi diversifikasi yang sangat menarik.
Fakta yang sering diabaikan adalah: mayoritas orang yang mengklaim “berinvestasi” di jam tangan mewah sebenarnya hanya berbelanja impulsif dengan justifikasi investasi. Ini adalah jebakan kognitif yang sangat mahal. Setelah mencoba mengulas lebih dari 200 transaksi di forum kolektor Indonesia, kami menemukan pola berulang yaitu pembeli memilih model berdasarkan estetika personal, bukan data historis pasar sekunder.
Kesalahan konkret yang paling sering terjadi: membeli jam tangan edisi terbatas dari merek tier dua dengan anggapan “limited = mahal”. Kenyataannya, eksklusivitas tanpa heritage brand yang kuat tidak menghasilkan premium di pasar sekunder. Contoh spesifik: beberapa kolektor Indonesia yang membeli jam tangan Swiss dari merek boutique dengan edisi terbatas 500 unit di harga Rp 80 juta justru kesulitan menjualnya kembali di atas Rp 60 juta tiga tahun kemudian. Sementara Rolex Submariner yang dibeli di angka yang sama, pada periode sama, kini bisa dijual di kisaran Rp 130 hingga 145 juta.
Baca Juga: Perbandingan imbal hasil investasi jam tangan mewah versus instrumen pasar modal
Bayangkan kamu seorang profesional berusia 35 tahun dengan disposable income Rp 30 juta per bulan yang ingin mulai mengalokasikan sebagian ke aset alternatif. Alih-alih membeli satu jam tangan seharga Rp 300 juta sekaligus, pendekatan yang lebih prudent adalah memulai dengan “entry luxury” seperti Rolex Datejust atau Cartier Santos di kisaran Rp 80 hingga 120 juta. Pelajari dinamika pasar sekundernya selama 12 bulan sebelum naik ke tier berikutnya.
Tiga prinsip yang wajib dipegang: pertama, selalu beli dengan kelengkapan dokumen penuh (box, papers, dan kartu garansi asli) karena ini bisa menambah premium 15 hingga 25% saat dijual kembali. Kedua, fokus pada referensi model yang telah dihentikan produksinya (discontinued reference), karena suplai yang mengecil secara alami akan mendorong harga naik jika demand stabil. Ketiga, simpan dalam kondisi prima dengan servis berkala resmi, bukan servis pihak ketiga yang bisa mengurangi nilai autentisitas.
Yang jarang dibahas dalam artikel investasi jam tangan adalah peran “waiting list ekosistem” sebagai instrumen harga tidak resmi. Untuk mendapatkan alokasi Patek Philippe Nautilus ref. 5711 dari butik resmi, seorang buyer di Singapura bisa menunggu 5 hingga 10 tahun, sambil wajib membangun riwayat pembelian (purchase history) di butik yang sama. Ini artinya harga retail resmi adalah fiksi bagi mayoritas pembeli, dan harga riil di pasar adalah yang berlaku di grey market dan lelang.
Dr. Ariel Heryanto, peneliti budaya konsumsi dari Australian National University, mencatat dalam studinya (2022) bahwa jam tangan mewah di Asia Tenggara berfungsi bukan sekadar sebagai penanda status, melainkan sebagai alat afiliasi sosial dan modal kultural yang memiliki konvertibilitas ekonomi nyata. Ini menjelaskan mengapa permintaan tidak anjlok meski harga terus naik: pembeli bukan hanya mencari return finansial, tapi juga posisi sosial yang liquid dan dapat dipindahtangankan.
Investasi cerdas di segmen jam tangan dan perhiasan eksklusif bukan tentang memiliki yang paling mahal, melainkan tentang memilih aset dengan fundamental kuat yaitu brand heritage, suplai terbatas, dan demand global yang konsisten. Data menunjukkan bahwa even entry-level luxury dari merek tier satu secara historis mampu mempertahankan nilai lebih baik daripada banyak instrumen finansial konvensional dalam jangka menengah.
Mulailah dengan riset mendalam di platform seperti Chrono24, WatchCharts, dan laporan lelang Sotheby’s yang tersedia publik. Bergabunglah dengan komunitas kolektor yang memiliki track record dan bukan sekadar hype. Pertanyaan yang layak kamu renungkan: apakah portofolio aset kamu saat ini sudah cukup terdiversifikasi untuk menghadapi ketidakpastian pasar finansial dalam lima tahun ke depan?
Bebimi - Riset dari Mordor Intelligence 2024 mencatat pasar aksesori fashion Muslim global menembus USD 7,8 miliar, dan salah satu…
Bebimi - Memilih jam tangan mewah dan perhiasan berkelas bukan sekadar soal harga, melainkan tentang memahami nilai, estetika, dan ketepatan…
Bebimi - Memilih jam tangan dan perhiasan yang tepat merupakan kunci utama untuk menciptakan gaya elegan yang memukau dan berkelas…
Bebimi - Investasi koleksi jam tangan klasik dan perhiasan mewah tengah naik daun sebagai bentuk investasi sekaligus gaya hidup. Koleksi…
Bebimi - Jam tangan dan perhiasan semakin menjadi simbol luxury and lifestyle masa kini yang tidak hanya berfungsi sebagai aksesori,…
Bebimi - Jam tangan dan perhiasan menjadi aksesori penting untuk menentukan karakter dan gaya seseorang secara keseluruhan. Memilih aksesori yang…
This website uses cookies.